KELANTAN DARUL NAIM – The story of Kelantan

All about Kelantan and the World

Menarik di akhbar online SERANTAU – 24 Julai 2013

Klik pada tajuk akhbar untuk berita lengkap

DARI AKHBAR DALAM NEGARA

Warga Islam Filipina hantar pulang kurma

Abu Dhabi: Sebuah kumpulan masyarakat Islam Filipina terbesar di Emiriah Arab Bersatu (UAE) dilaporkan menghantar sejumlah 500 kilogram kurma ke masjid di tanah air mereka sempena kedatangan Ramadan ini.

“Ia adalah satu tradisi menghantar kurma ke tanah air ketika Ramadan sejak lima tahun lalu,” kata seorang penasihat kepada kumpulan Maranao Community, Sahron Roy Tamano, 39.

 “Kami bersyukur bukan hanya masyarakat Islam tetapi juga Kristian turut menyertai dalam semangat Ramadan ini dengan menderma bungkusan derma untuk manfaat masyarakat Islam kurang berkemampuan di selatan Filipina.”  BERITA HARIAN ONLINE

Negara dalam bahaya, kata NGO

Sebahagian daripada pengikut ajaran Syiah sedang mengikuti ceramah.

Sebahagian daripada pengikut ajaran Syiah sedang mengikuti ceramah.

SHAH ALAM – Kerajaan digesa bertindak segera bagi membendung gelombang Syiah yang kini berada di paras bahaya sehingga boleh mencetuskan krisis.

Presiden Ikatan Muslimin Malaysia (Isma),  Abdullah Zaik Abd Rahman berkata, kealpaan semua pihak membendung penularannya menjadi punca Syiah berkembang pesat di Malaysia.

“Pada awal 1990-an, bilangan pengikut Syiah sekitar 400 orang sahaja, tetapi kini kita tidak ambil perhatian dengan perkembangan itu.

“Pada awalnya, mereka menyebarkan ajaran itu di universiti-universiti, tetapi gerakan Syiah telah mengeksploitasikan perkembangan masyarakat Malaysia melalui  hubungan antara masyarakat, politik, NGO dan perdagangan,” katanya kepada Sinar Harian, semalam.    SINAR HARIAN ONLINE

Wanita Islam Berkeras Sertai Ratu Cantik, Jawi Buka Kertas Siasatan

KUALA LUMPUR: Bahagian Penguatkuasaan Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (Jawi) membuka kertas siasatan berhubung peserta beragama Islam yang tetap berkeras bertanding merebut gelaran ‘Miss World Malaysia 2013.’

Pengarah Jawi, Datuk Che Mat Che Ali berkata siasatan dibuat mengikut Seksyen 7, Akta Kesalahan Jenayah Syariah (Wilayah-wilayah Persekutuan) 1997, kerana menghina agama Islam.

Di bawah Seksyen 7, akta berkenaan, sesiapa yang didapati melakukan kesalahan dan apabila disabitkan boleh didenda tidak melebihi RM3,000 atau dipenjarakan tidak melebihi dua tahun atau kedua-duanya. “Sebagai agensi penguat kuasa agama, pihak Jawi akan menjalankan siasatan lanjut sekiranya terdapat bukti-bukti serta keterangan yang mencukupi.

“Pendakwaan akan dibuat terhadap mereka yang terlibat di Mahkamah Syariah,” katanya dalam kenyataan media pada Selasa.   mStar Online

Polis buru empat banduan militan Indonesia

Kiri Abdul Gani Siregar, Nibras

Kiri Abdul Gani Siregar, Nibras

KUALA LUMPUR 22 Julai – Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengambil langkah berjaga-jaga dan membuat pemantauan rapi bagi mengesan kemungkinan empat banduan militan Indonesia yang berjaya meloloskan diri semasa rusuhan di Penjara Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Indonesia baru-baru ini, tidak menyusup masuk ke negara ini.

Pengarah Jabatan Pasukan Khas (Operasi dan Anti Pengganas) Ibu Pejabat Polis Bukit Aman, Datuk Seri Mohamad Fuzi Harun berkata, empat banduan terbabit iaitu Abdul Gani Siregar @ Pautan @ Robi, 28; Nibras @ Arab @ Wawan, 22; Fadli Sadama Mahmudin @ Can @ Zaid @ Fernando @ Buyung @ Ade, 29, dan Agus Sunyoto @ Syafaruddin, 25, telah disabitkan terlibat dalam aktiviti keganasan.

Beliau berkata, keempat-empat lelaki warga Indonesia berkenaan adalah antara 22 banduan yang melarikan diri dari Penjara Tanjung Gusta pada 11 Julai lalu.

“Kesemua mereka mempunyai elemen-elemen militan yang paling dikehendaki setelah terlibat dalam beberapa siri insiden keganasan dan jenayah,” katanya kepada Utusan Malaysia ketika dihubungi di sini hari ini.   UTUSAN ONLINE

DARI AKHBAR LUAR NEGARA

107 daripada 212 banduan berjaya ditangkap semula

MASIH DIBURU: Jurucakap polis Sumatera Utara, Encik Raden Heru Prakoso, menunjukkan gambar empat pengganas,

MASIH DIBURU: Jurucakap polis Sumatera Utara, Encik Raden Heru Prakoso, menunjukkan gambar empat pengganas,

JAKARTA: Selepas lebih seminggu diburu polis, akhirnya 107 daripada 212 banduan yang meloloskan diri dari penjara Tanjung Gusta ditangkap semula, menurut laporan sebuah portal berita Indonesia semalam.

Sebahagian besar daripada banduan itu ditangkap di beberapa tempat di Sumatera.

Sejumlah 83 banduan ditangkap manakala 24 lagi menyerahkan diri mereka kepada polis, lapor portal berita akbar Tempo.

“Sehingga 10 malam, bilangan banduan Penjara Tanjung Gusta yang ditangkap semula atau menyerah diri mencapai 107 orang,” kata Ketua Perhubungan Awam Polis Nasional Indonesia, Pesuruhjaya Ronny Ronny F. Somphie, kepada Tempo, lewat malam kelmarin.

Pihak polis masih mencari empat pengganas yang turut meloloskan diri dari penjara Tanjung Gusta itu semasa berlakunya rusuhan di penjara tersebut lebih seminggu lalu.

Mereka ialah Nirbas aka ‘Arab’, Agus Sunyoto, Abdul Gani Siregar dan Fadli Sadama.   CYBERITA ONLINE SINGAPURA

Ini Modus Baru Pengemis Jakarta

Salah satu pengemis dengan modus pura-pura lumpuh dan menggunakan gerobak

Salah satu pengemis dengan modus pura-pura lumpuh dan menggunakan gerobak

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Miftahul Huda mengatakan, saat ini semakin banyak orang meminta-minta dengan berpura-pura lumpuh dan duduk di atas gerobak. Ia pun mengimbau masyarakat untuk beramal dengan tidak memberikan wang kepada pengemis, tetapi melalui badan-badan rasmi seperti Badan Amil Zakat, Rumah Ibadah, Panti-Panti maupun Yayasan sosial lain.

“Ketika ditangkap mereka mengaku tidak boleh jalan, kakinya nekuk. Namun saat akan dibawa ke rumah mereka langsung boleh jalan layaknya orang normal,” jelasnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (23/7/2013).

“Mereka mengaku kalau cuma compang-camping susah untuk cari simpati orang. Karena itu mereka menggunakan mod ini,” ungkapnya.

Menurut Miftahul, pihaknya mencari pengemis yang beraksi dengan cara itu di kawasan Kelurahan Bintaro dan Kelurahan Tanah Kusir, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Miftahul menduga, pengemis-pengemis itu dianjurkan.    KOMPAS ONLINE

Waspadai Teror Jelang Lebaran

Kepala Korlantas Polri Irjen Pudji Hartanto (kiri) memeriksa kondisi mobil patroli pada apel kesiapan kendaraan bermotor

Kepala Korlantas Polri Irjen Pudji Hartanto (kiri) memeriksa kondisi mobil patroli pada apel kesiapan kendaraan bermotor

JAKARTA — Serangan-serangan teroris akan terus digencarkan kepada simbol-simbol negara, terutama kepolisian, menjelang hari raya Lebaran. Hal itu terjadi karena polisi dianggap toghut (setan) karena menghalangi aksi-aksi jihad yang mereka lakukan. Pendapat itu disampaikan Pengamat Terorisme Wawan Purwanto ketika dihubungi SH di Jakarta, Selasa (23/7) siang ini.

“Polisi dianggap toghut karena menghalangi aksi-aksi jihad yang mereka lakukan,” ujarnya. Hal ini harus segera diredakan karena akan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
Ia menilai para teroris akan melancarkan serangan sampai menjelang hari raya Lebaran. “Peristiwa di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) ini hanyalah rentetan dari para teroris yang ingin mengganggu stabilitas keamanan di Indonesia,” ujarnya.    SINAR HARAPAN NEWS ONLINE
Kapal Imigran Tenggelam di Perairan Cianjur
Ratusan imigran gelap tidur dan duduk santai saat berada di dalam kapal penumpang setelah tertangkap di Perarian Selat Badung , Bali,

Ratusan imigran gelap tidur dan duduk santai saat berada di dalam kapal penumpang setelah tertangkap di Perarian Selat Badung , Bali,

TEMPO.COCianjur – Sebuah kapal yang mengangkut ratusan imigran gelap dikabarkan tenggelam di perairan Samudera Indonesia pesisir selatan Cianjur, tepatnya di Desa Sukapura Kecamatan Cidaun, Selasa 23 Juli 2013. Dari sekitar 200 penumpang, baru 26 korban yang berhasil selamat tiba di pantai dan seorang tewas, sementara yang lainnya masih berada di tengah laut.

Tatang Ruhiyat Mulyana, warga Sindangbarang, Cianjur, menjelaskan, ada 26 korban yang diduga imigran ilegal berhasil selamat tiba di pantai dan 1 tewas. Menurut Tatang, dari keterangan korban, masih ada ratusan orang yang ada di dalam kapal tenggelam.

“Saya baru tiba di lokasi, sudah ada 26 orang korban yang selamat dan satu tewas. Korban selamat karena menggunakan pelampung. Dari sekitar 200 penumpang, hanya ada sekitar 100 pelampung. Masih banyak korban lain yang berada di tengah laut,” ujar Tatang saat dihubungi melalui sambungan telepon.    TEMPO ONLINE

Seorang Tewas Digigit Semut Api !
Hati- hati bila digigit semut

Hati- hati bila digigit semut

Georgia, POL:    JENNY Pomeroy, perempuan berusia 65 tahun asal Georgia, dilaporkan tewas setelah digigit seekor semut api.

Gigitan tersebut memicu reaksi alergi yang sangat parah pada perempuan yang bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prevent Blindness Georgia itu.

Gigitan tersebut terjadi pada pekan lalu, saat Pomeroy sedang berada di kondominium miliknya.

Menyusul gigitan semut itu, Pomeroy mengalami reaksi alergi berupa shock anafilaksis -shock yang terjadi secara akut- akibat reaksi alergik atau reaksi hipersensitif yang sangat mengancam jiwa. Ia meninggal beberapa hari kemudian setelah mengalami komplikasi.    PELITA ONLINE

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Julai 24, 2013 by in Ehwal Semasa.

BLOG STATS

  • 62,593 hits
Click to listen to EPC Radio  1 Klik untuk mendengar
Click to listen to EPC Radio  2 Klik untuk mendengar
Click to listen to EPC Radio 3 Klik untuk mendengar

SABDA RASULULLAH s.a.w

Rasulullah saw. bersabda:

"Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari." (Shahih Muslim No.1808)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.,

BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

Berpuasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang kedua. Pelaksanaannya membuktikan pengabdian diri serta ketaatan kepada Allah ta'ala.

Kebanyakan umat Islam di dunia ini mampu melaksanakan ibadah puasa berbanding dengan ibadah lain seperti solat, zakat dan haji. Ini kerana ibadah puasa boleh dikatakan ibadah yang agak mudah untuk dilaksanakan.

Umat Islam hanya perlu menahan diri daripada makan clan minum untuk tempoh 12 jam bermula dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Sumber: Hikmah Berpuasa Di Bulan Ramadan, Dr.Aid Abdullah Al-Qarni

RAMALAN CUACA KOTA BHARU – 07 JAN 2015

Pagi : Hujan sekejap-sekejap kadangkala sederhana
Petang : Hujan sekejap-sekejap kadangkala sederhana
Malam : Hujan sekejap-sekejap kadangkala sederhana

Minimum : 24 °C
Maksimum : 31 °C

Dari Portal Rasmi JABATAN METEOROLOGI MALAYSIA

WAKTU SOLAT KOTA BHARU – 07 JAN 2015

Imsak 05:56
Subuh 06:06
Syuruk 07:24
Zohor 13:20
Asar 16:41
Maghrib 19:12
Isyak 20:22

Kawasan :
K.Bharu,Bachok,Pasir Puteh,Tumpat,Pasir Mas,Tnh. Merah,Machang,Kuala Krai,Mukim Chiku

Sumber: http://www.e-solat.gov.my/

HARI INI DALAM SEJARAH 07 JAN 2001

KOLEJ UNIVERSITI TERENGGANU DIKENALI SEBAGAI KOLEJ UNIVERSITI SAINS DAN TEKNOLOGI (KUSTEM)

Pada hari ini dalam tahun 2001 Kolej Universiti Terengganu dengan rasminya telah bertukar nama sebagai Kolej Universiti Sains dan Teknologi Malaysia( KUSTEM).

Sejarah bermula dengan sebuah Pusat Perikanan dan Sains Samudera pada tahun 1979, yang menyediakan kemudahan latihan pelajar Program Perikanan dan Sains Samudera. Melalui Penstrukturan semula program akademik di Universiti Pertanian Malaysia, keseluruhan Fakulti Perikanan dan Sains Samudera dipindahkan ke Terengganu dan diberi nama Fakulti Sains Gunaan dan Teknologi mulai Jun 1996.

Mulai Jun 1996, kampus ini diiktiraf sebagai sebuah pusat tanggungjawab dan dinamakan Universiti Putra Malaysia Cawangan Terengganu (UPMT) dan diketuai oleh seorang Rektor.

Sumber: JABATAN ARKIB NEGARA MALAYSIA

%d bloggers like this: